Beberapa bulan belakangan ini, gw lagi sering banget dapet pertanyaan kayak gini:
“Eh, Pie Susu Dhian halal gak sih?”
Awalnya gw pikir, pertanyaan ini cuma iseng aja. Tapi lama-lama makin banyak yang nanya. Bahkan ada yang nanya via DM Instagram sambil ngasih emot panik.
Gw sempet mikir,
“Kok pada ragu ya? Kan ini pie susu, bukan rendang kambing…”
Tapi yaudahlah. Namanya juga konsumen.
Curiga itu tanda sayang.
Dan makin banyak yang nanya, artinya makin banyak juga yang peduli sama apa yang mereka konsumsi. Which is… bagus!
Akhirnya gw mutusin untuk nulis ini. Bukan sekadar klarifikasi, tapi lebih ke ngajak ngobrol santai. Soalnya, di balik sepotong pie susu yang lembut dan legit itu, ternyata banyak juga yang penasaran sama proses dan nilainya.
Pertama-tama… Apa sih yang bikin orang ragu?
Ternyata setelah gw tanya-tanya juga, beberapa orang bilang:
“Pie-nya enak banget. Aku takutnya bahan-bahannya ada yang abu-abu.”
Nah loh.
Padahal… semua bahan yang kita pake di Pie Susu Dhian itu, dari awal emang udah kita pastiin satu-satu:
- Susu kental manis: HALAL
- Tepung: HALAL
- Telur: HALAL
- Butter & margarin: HALAL
- Gula: HALAL
- Vanili: HALAL
Gak ada bahan asing, gak ada zat tambahan yang aneh-aneh. Semua yang masuk ke adonan pie kami udah dicek, dilacak, bahkan sampai ke merek-mereknya—buat memastikan semuanya bersertifikasi halal MUI.

Dan ya, kami ngerti, buat sebagian besar orang Indonesia, label halal itu bukan cuma soal agama. Tapi juga soal kenyamanan batin.
“Tapi ada sertifikat halalnya gak?”
Jawaban jujurnya:
Sedang dalam proses pengurusan.
Yup, Pie Susu Dhian saat ini lagi dalam tahap final untuk mendapatkan sertifikasi halal resmi dari MUI. Tim kami udah nyiapin semua dokumen yang dibutuhkan, dari komposisi bahan, supplier, sampai proses produksi.
Sertifikasi halal itu bukan hal sepele.
Ada audit, ada inspeksi, dan ada banyak standar ketat yang harus kita penuhi.
Tapi kami percaya: transparansi itu penting.
Jadi daripada kita diem-diem aja, mending kita jujur dari awal. Kalau saat ini masih proses, ya bilang aja. Tapi insyaAllah, semua bahan dan proses sudah sesuai syariat. Kita gak main-main sama yang satu ini.
“Kalau lagi di Bali, bisa lihat langsung gak proses bikinnya?”
Bisa banget.
Bahkan, beberapa pelanggan langganan yang penasaran pernah datang langsung ke tempat produksi kita di Denpasar. Liat sendiri gimana adonan dibuat, pie dipanggang, dan semuanya berlangsung dengan higienis dan bersih.
Dan kita welcome kok. Karena prinsip kami sederhana:
Kalau gak bisa dibuka-bukaan, berarti ada yang gak beres.
Tapi karena tempat produksi terbatas dan bukan pabrik gede kayak di sinetron industri, biasanya kita minta janjian dulu.
Soal rasa? Itu urusan hati.
Pie Susu Dhian itu bukan cuma soal oleh-oleh khas Bali. Bagi banyak orang, ini adalah sepotong kenangan yang dibawa pulang.
Ada yang bawa buat ibunya di kampung.
Ada yang ngasih buat calon mertua (iya, beneran!).
Ada juga yang sengaja bawa satu koper isinya pie susu semua buat dibagiin ke kantor.
Makanya, kita gak cuma jaga rasa, tapi juga hati.
Dan karena kita sadar, yang makan produk ini bukan cuma orang dewasa, tapi juga anak-anak, bahkan bayi (yang ngerengek minta gigitan pie), maka dari awal kita udah punya komitmen untuk jujur dan hati-hati soal bahan dan prosesnya.
Kenapa sih penting banget bahas halal?
Karena makanan itu masuk ke tubuh.
Dan yang masuk ke tubuh, ikut ngasih pengaruh ke pikiran dan hati.
Kalo kita asal makan tanpa tau sumbernya, lama-lama bukan cuma tubuh yang terpengaruh… tapi juga nurani.
Itu kenapa banyak orang yang makin ke sini, makin selektif soal makanan. Bukan cuma buat sehat, tapi juga buat tenang.
Jadi, kesimpulannya?
Pie Susu Dhian halal?
Jawabannya: iya, secara bahan dan proses kami menjamin 100% halal. Sertifikasinya sedang proses, dan kami transparan soal itu.
Kalau kamu cari oleh-oleh khas Bali yang enak, lembut, dan tenang di hati, Toko Pie Susu Dhian Murah bisa kalian kunjungi dan bisa jadi pilihan yang kamu bawa pulang dengan senyum lega.
Dan kalaupun kamu masih ragu, tanya aja langsung ke tim kami. Gak usah malu, karena yang malu-malu biasanya malah gak dapet pie.
Akhir kata…
Kadang kita pikir makanan itu cuma soal rasa.
Tapi makin ke sini, kita mulai sadar—bahwa kelezatan itu gak lengkap tanpa ketenangan batin.
Dan Pie Susu Dhian?
Kami buat bukan cuma untuk memanjakan lidah, tapi juga menenangkan hati.
Karena rasa enak itu penting,
tapi halal… itu prioritas.
